MER-C

Kepada warga Bumi Lestari
Silahkan sharingkan di sini, informasi apapun yang sekiranya bermanfaat bagi sesama warga Bumi Lestari. Kirim ke alamat email berikut : ForumBumiLestari@gmail.com

Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2009

Facebook Ancaman?: Networking apa Not Working ...

Facebook Klik Disini

detikinet.com - Hegemoni Facebook di ranah internet Tanah Air mulai mendapat tantangan dari sejumlah perusahaan. Gerakan pemblokiran terhadap situs jejaring sosial (networking) tersebut pun mulai dilakukan.

Popularitas situs besutan Mark Zuckerberg ini bagi pengguna internet Indonesia memang tak perlu diragukan lagi. Pelan tapi pasti, netter mulai beralih dari yang awalnya sebagai penggila Friendster, Live Connector dan Hi5, kini mulai berpindah menggilai Facebook.

Pengguna Facebook sendiri terlihat lebih fanatik ketimbang situs jejaring sosial lain yang menjadi pesaingnya. Tak percaya? Beberapa pengguna BlackBerry misalnya, pernah mengaku bahwa salah satu alasan mereka membeli smartphone tersebut adalah hanya karena ingin meng-update account Facebooknya setiap saat.

Alasan yang 'unik' memang, terlebih kemampuan BlackBerry tentunya jauh lebih hebat dari sekadar untuk Facebook-an.

Sementara bagi pengguna Facebook lain, banyak yang mengelola account-nya dengan menggunakan fasilitas internet gratis dari tempat kerja mereka.

Nah, kebiasaan inilah yang mulai mendapat perhatian lebih dari para bos/pemilik perusahaan. Yaitu karena saking seringnya karyawan mereka Facebook-an di tengah jam kerja, maka ditakutkan dapat menurunkan produktivitas karyawan tersebut (Not Working).

... Baca Lanjutannya

Jumat, 27 Februari 2009

Tips Triks Orang-orang Yahudi Menjadi Pintar, Sebuah Tesis Phd 8 tahun : Kenapa Yahudi Pintar...?

Perang panjang dengan Yahudi entah berlanjut sampai berapa generasi. Baik Israel maupun Palestina sadar dengan hal itu. Bagaimana dengan Indonesia?

Artikel DR. Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk PhD-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Klik di sini untuk membaca selengkapnya...


... Baca Lanjutannya

Jumat, 06 Februari 2009

Hujan Badai Tumbangkan Pohon di Kalimalang


Bekasi -- Hujan Badai tiba-tiba mengguyur wilayah Bekasi – Jakarta Timur sekilar pukul 10.30 Wib, Kamis (5/2).

Hujan yang diiringi oleh tiupan angin mengakibatkan sebuah batang potong patah dan menghalangi jalan H. Naman Kalimalang tepatnya di depat Steak & Ribs. Untung saja saat batang pohon yang cukup besar tersebut jatuh tidak ada kendaraan yang melintas.

Batangan pohon yang menghalangi jalan Kalimalang sempat membuat kendaraan mengantri menerobos celah disisi jalan yang masih tersisah. Untuk saja beberapa saat setelah batangan pohon menghalangi jalan seorang petugas kepolisian datang menyingkirkan batangan pohon tersebut. Batangan pohon berhasil disingkirkan kesebelah jalan berkat bantuan pengendara sepeda motor yang sebelumnya berteduh di depan pencucian kendaraan.

Hujan badai hanya berlangsung sekitar 10 menit namun mengakibatkan beberapa spanduk dan baliho caleg dengan dan beberapa antena TV milik warga bertumbangan.

Hujan badai kembali muncul sekitar pukul 13.30 wib di daerah Duren sawit, namun didaerah ini tidak terlihat batangan pohon yang patah, hanya saja beberapa ruan jalan tergenang hingga 30 cm.

Source: BekasiNews.com - Arh.









... Baca Lanjutannya

Kamis, 05 Februari 2009

Buah Demokrasi? : Ketua DPRD Sumut Tewas Mendagri minta kasusnya diusut tuntas

MEDAN BAH!-- Rapat paripurna DPRD Sumatra Utara berakhir rusuh ketika seribu massa demonstran pendukung pembentukan provinsi Tapanuli (Protap) membubarkan rapat dewan, Selasa (3/2). Ketua DPRD Sumatra Utara (Sumut), Abdul Aziz Angkat, yang memimpin rapat, meninggal saat insiden anarkis itu.

Kejadian bermula ketika massa mahasiswa dari Universitas Sisingamangaradja dan sejumlah elemen pendukung protap berusaha menerobos pintu utama ruang rapat di lantai atas DPRD. Beberapa satpam dan polisi tak kuasa menahan massa yang beringas.Mereka leluasa masuk ke ruang rapat paripurna yang saat itu salah satu agendanya membahas penggantian antarwaktu (PAW). Anggota dewan tak bisa berbuat banyak ketika ribuan massa memasuki ruangan.

''Segera tetapkan rapat Protap,'' teriak massa berkali-kali meminta agenda rapat diganti. Upaya Aziz yang baru dua bulan menjadi ketua DPRD Sumut untuk menenangkan massa dan meminta lebih beradab, tak digubris.Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut inipun menjadi sasaran amuk massa. Tubuhnya ditarik-tarik dan dicaci maki dengan perkataan kasar. Massa merebut Aziz dari tangan polisi yang berusaha mengevakuasinya.

Anggota dewan lain tak kuasa menahan massa, sebagian malah ngeloyor keluar ruangan. Wajah ayah empat anak itu tampak pucat, tubuhnya lemas ketika massa menggiringnya ke ruangan Fraksi Partai Golkar di lantai bawah.Belum sampai ruangan, Aziz pingsan. Staf DPRD membantunya membopong untuk dilarikan ke RS Gleni Internasional. Petugas rumah sakit memastikan ada luka memar pada bagian kepala dan dada korban.

''Tapi, kematiannya lebih disebabkan oleh serangan jantung,'' kata Kalman Saragih, dokter ahli di RS Gleni. Korban baru dua minggu sebelumnya menjalani operasi by pass. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Baharudin Djafar, mengungkapkan, enam demonstran telah diperiksa di Mapoltabes Medan dengan dugaan aksi anarkis yang menyebabkan meninggalnya Aziz. Baharudin belum dapat menghubungkan aksi itu dengan sejumlah tokoh masyarakat yang diduga penyulut aksi, tanpa bukti kuat.

Dia membantah polisi kebobolan karena telah menempatkan dua peleton. Beberapa personel ditugaskan mengamankan ruang utama DPRD. ''Demonstran dapat memasuki ruangan karena rapat itu terbuka untuk umum,'' kilahnya.Mendagri, Mardiyanto, menyatakan, pengeroyokan Aziz yang sedang memimpin rapat paripurna merupakan pidana. ''Kalau ada pemaksaan sepihak, tak dibenarkan, dan tentu tindakan pidana,'' katanya di Jakarta.Dia meminta kasus itu diusut tuntas. ''Saya tunggu laporan dari gubernur (Sumut).''

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Diah Susilowati, menyesalkan minimnya jumlah personel pengamanan. Padahal, ketua DPRD sebelumnya, Abdul Wahab Dalimunthe, pernah mendapat ancaman serupa dari demonstran yang sama. ''Jika aparat belajar dari sebelumnya, aksi pemukulan itu bisa dihindari.

''Kriminolog UI, Adrianus Meliala, menilai, kelompok massa destruktif biasanya terkonsentrasi ketika menghadapi orang-orang yang dibenci. ''Tapi ini korbannya adalah tokoh. Reaksi semacam ini keterlaluan.''Namun, dia mengingatkan jangan sampai ada pikiran mundur bahwa demokrasi di Indonesia belum siap. ''Ini warning bahwa karakter masyarakat Indonesia, apa pun levelnya, jika sudah terkonsentrasi akan mudah merusak.''

Republika: nin/cep/ann/osa/ant.

Ini sih buah democrazy?








... Baca Lanjutannya

Sabtu, 31 Januari 2009

Kado 2009 untuk karyawan: Perusahaan tak Perlu Setor PPh 21

Republika -- Perusahaan tidak perlu menyetor pajak penghasilan (PPh) 21 yang biasanya disetorkan kepada pemerintah. Pajak yang biasanya dipungut itu sebaiknya diberikan kepada karyawan sebagai tambahan penghasilan. Namun perusahaan diminta untuk melaporkan gaji kotor karyawan sebelum dipotong pajak, sehingga memudahkan penghitungan. Hal ini termasuk dalam insentif pajak yang diberikan pemerintah dalam rangka stimulus antisipasi dampak krisis global.

Hal itu diungkapkan Dirjen Pajak, Darmin Nasution, usai rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (29/1) sore lalu. Namun pemerintah belum merinci sektor mana saja yang bisa mendapatkan insentif pajak tersebut. Pasalnya, dalam rencana stimulus pemerintah, stimulus untuk pajak penghasilan hanya dialokasikan Rp 6,5 triliun.


Klik di sini untuk membaca artikel selengkapnya...











... Baca Lanjutannya

Kamis, 22 Januari 2009

Kembaran Obama Asal Bekasi Jadi Berita Dunia


LONDON - Dengan senyuman yang menampakkan gigi, kuping yang sedikit besar dan rambut cepak, Ilham Anas dari Indonesia yang mirip dengan Presiden Amerika Serikat (AS) keturunan Afro-Amerika, Barrack Hussein Obama Jr, itu menjadi terkenal di dunia.

Stasiun televisi CNN dan juga berbagai media di Inggris menyiarkan kembaran Barack Obama, menyusul dengan Obamamania di mana-mana setelah acara pelantikan orang nomor satu di Amerika Serikat itu kemarin.

Fotografer yang menjadi kembaran Barack Obama tidak saja menjadi dikenal di Jakarta, tetapi juga diberitakan di mana setelah Presiden kulit hitam pertama AS dilantik Selasa waktu Washington DC (Rabu dinihari WIB).

Perusahaan obat di Filipina juga menawarkan Anas dalam acara komersiapl dengan mengenakan jas lengkap, seperti yang dipakai Obama. Selain itu, Anas juga menerima banyak tawaran dari perusahaan di Korea Selatan dan juga Indonesia.

Anas yang berasal dari Jawa Barat dan berusia 34 tahun tampil dalam tayangan "Bukan Empat Mata" di Trans-7, pada Selasa malam bersamaan dengan persiapan acara pelantikkan Obama di Washington.

Kakak laki-laki Anas adalah orang pertama yang mengenali persamaan wajah Anas dengan Barack Obama, dan rekan Anas di majalah remaja yang memintanya berpose dengan mengenakan jas dan dasi serta bendera AS.

Setelah foto diambil dan dikirim ke teman-teman, dunia pun menyadari kesamaan wajah Anas dengan Obama. "Saya sebenarnya seorang pemalu, saya tidak suka menjadi perhatian," ujar Anas seperti yang dikutip AFP.

Bagaimana pun wajahnya yang mirip dengan Presiden AS, sehingga membuat diriya menjadi makin percaya diri.

Barack Obama pernah bersekolah di Jakarta sekitar tahun 1960, dan ia dikenal di sekolah dengan nama Barry.ant/ya

Source: Ant.








... Baca Lanjutannya

Selasa, 06 Januari 2009

Optimisme di Tengah Kegelisahan

Masih ingat komentar para pakar ekonomi pada pertengahan 1998? ''Indonesia akan bangkrut.'' Kira-kira semacam itulah nadanya. Wajar, karena ekonomi tercabik-cabik, dolar bergerak liar, sembako langka dan mahal, inflasi 75 persen, bunga bank 70 persen, belum lagi dukungan terhadap pemerintah yang tipis.

Betulkah Indonesia bangkrut? Ternyata tidak. Pertumbuhan ekonomi yang minus 13,6 persen pada 1998 sudah kembali positif pada 1999, meski baru 0,62 persen. Kurs rupiah yang pernah menyentuh Rp 16.000 per dolar turun separuhnya menjadi sekitar Rp 8.000.

Bahwa perekonomian masih sulit, utang luar negeri membengkak, jumlah masyarakat miskin bertambah banyak, pengangguran berlipat, betul, tapi perekonomian masih tetap jalan. Setidaknya: tidak bangkrut!

Apa kuncinya? Ada optimisme dari BJ Habibie yang saat itu jadi orang nomor satu di negeri ini bahwa perekonomian akan bangkit. Optimisme itulah yang melandasi kerja keras dalam mengelola ekonomi negara.

Klik di sini untuk membaca artikel selengkapnya...











... Baca Lanjutannya

Rabu, 22 Oktober 2008

Tambang Migas di Wilayah Tambun: Priyatna Suryawijaya, "Putra Daerah Pun Mampu Mengelola Migas"

Republika: Banyak sekali daerah penghasil minyak dan gas (migas) di Indonesia. Tetapi daerah yang berhasil mengusahakan kilang sendiri, jumlahnya barangkali cukup dalam hitungan jari. Dari Sumatra, Petromuba, perusahaan migas milik Pemda Kabupaten Musi Banyuasin, mungkin satu dari yang sedikit itu.Kini, dari wilayah pinggiran Jakarta, sebuah perusahaan migas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai unjuk gigi. Dinakhodai Priyatna Suryawijaya, PT Bina Bangun Wibawa Mukti, bahkan mematok target puluhan miliar sebagai laba yang akan disumbangkan untuk Pemkab Bekasi, tahun depan. Pekan lalu, Maman Sudiaman berkesempatan berbincang dengan pria enerjik yang tak pernah alpa melakukan olahraga jogging itu. Hingga saat ini berapa kilang yang beroperasi?Di wilayah Kecamatan Tambun ada 37 kilang. Yang ka mi pakai baru 15 kilang. Artinya, potensinya masih banyak. Kami juga masih bisa menambah kilang lagi dengan potensi gas yang ada. Kami optmis cadangan gas akan bertambah. Yang kami usahakan kan baru di Tambun. Di Pondok Tengah ada tujuh sampai sembilan sumur minyak. Isinya gas semua.Gas yang ada di sana berbeda. Jadi lebih sebagai kandungan minyak mentah dengan gas yang terlarut. Itu disebut associated gas (AG). AG ini untuk melarutkan minyak. Gasnya sendiri tidak terpakai, dan akhirnya dibakar. Gas itulah yang kita manfaatkan untuk dijadikan bahan bakar gas (BBG). Juga LNG untuk pembangkit listrik, serta elpiji (LPG) untuk industri dan rumah tangga.Anda bilang gas yang ada di Tambun ini berbeda. Apa bedanya?Benar. Apa yang kita temukan di Bekasi ini sebenarnya mengejutkan sekaligus berkah. Banyak AG yang kan dungan LPG-nya tidak sampai 10 persen. Tambang di Jatim saja hanya mengandung delapan persen. Di sini kita temukan kandungan gasnya 22 persen. Ini temuan gas yang kaya. Kaya akan elpiji. Tentu saja ini berkah buat Bekasi. Untuk itu kita minta kesimbangan. Ketika daerah mau mengolah, kasihlah kesempatan dulu untuk mengelola.Alhamdulillah, kami punya kemampuan untuk mengolah. Sejak Januari 2007 saja kami sudah berproduksi sehari 100 ton LPG. Ini membuktikan bahwa dengan kerja sama dengan Pertamina, daerah pun mampu mengolahnya menjadi hal yang bermamfaat.Jadi masih harus bekerja sama dengan Pertamina?Cuma jual putus. Berapa kita beli, kita bayar setiap bulan ke Pertamina dalam bentuk dolar AS. Besar juga yang kami dapat. Padahal lifting cost Pertamina itu benar-banar dibebankan pada minyak. Gas hanya terlarut saja. Artinya, ini berkah tambahan, yakni gratis ikut naik ke permukaan bumi. Daripada dibakar percuma, ya kami manfaatkan. Tetapi tentu kami beli dari Pertamina. Jadilah kemudian milik kita.

Link: Source.
... Baca Lanjutannya

Rabu, 21 Mei 2008

Mencari Jati Diri Orang Bekasi

BEKASIHERITAGE — Orang Bekasi adalah mereka yang sudah menetap lama maupun baru di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Namun untuk lebih menegaskan keberadaannya, mereka harus memiliki beberapa kriteria, diantaranya memiliki tanda bukti domisili berupa kartu tanda penduduk dan telah merasa sebagai orang Bekasi.

Definisi tersebut merupakan kesimpulan sementara yang mengemuka dalam dalam ngobrol budaya Komunitas Budaya Pangkalan Bambu di sekretariat Komunitas Budaya Pangkalan Bambu dan One Center (belakang Mega Bekasi Hypermall atau Giant), Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu, 12 Mei 2007 siang.

Ngobrol budaya kedua setelah pembentukannya pada Sabtu, 5 Mei 2007, itu dihadiri Penggagas Komunitas Budaya Pangkalan Bambu Ali Anwar dan Tulus Wijanarko, Ketua Dewan Kesenian Kota Bekasi (DKB) Ridwan Marhid, penulis Agus Wahid, Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Akhmad Saikhu, Wakil Sekretaris Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi Abdul Choir dan Ubaidillah, Ketua Komite Teater Bekasi Ikwal, Pendiri One Center dan pengusaha Engkus Prihatin, anggota One Center Alimuddin, wartawan Tempo Siswanto dan wartawan Indopos Zaenal Aripin.

Obrolan dibuka dengan pertanyaan Tulus--orang Solo yang telah menjadi warga Bekasi—tentang siapa sebeneranya orang Bekasi itu. Karena selama tinggal di Kota Bekasi dia menemukan warga Bekasi ada yang berbahasa betawi, namun di beberapa tempat ada yang berbahasa sunda. “Saya sendiri orang Jawa, tapi anak saya lahir di Bekasi dan merasa sebagai orang Bekasi,” kata Tulus.

Menurut Abdul Choir, definsi orang Bekasi masih dalam tahapan diskusi yang belum final. Bahkan di BKMB pun pengertian orang Bekasi mengalami pergeseran. Kalau pada awalnya orang Bekasi adalah mereka yang secara genetis atau turun-temurun tinggal di Bekasi, kemudian bergeser pada warga Bekasi yang memiliki garis keturunan Bekasi. “Seperti saya yang beristri orang sunda, sedangka anak saya merasa sebagai orang Bekasi,” ujar Choir.

Akhmad Saikhu mengemukakan, meski dirinya sebagai pendatang namun telah merasa sebagai orang Bekasi. “Ada garis Betawi dari Kampung Gudang Air di Jakarta Timur,” kata Saikhu. Agar definisi tersebut bisa terjawab, dia berharap ada penelitian dan penulisan buku tentang budaya dan adat istiadat Bekasi. “Kamus bahasa Bekasi yang dibuat Choir atau biografi KH Noer Alie yang dibuat Ali Anwar adalah contohnya,” ujar Saikhu.

Menurut Saikhu sebaiknya Bekasi meniru sejumlah daerah yang telah memiliki buku dan compact disc (CD) tentang profil daerahnya, sehingga memiliki jati diri dan dikenal orang lain dengan mudah. “Kalau ada orang bertanya tentang kata “danta”, dengan cepat terjawab melalui kamus yang termuat di dalam profil daerah,” kata Saikhu.

Ali Anwar mengatakan, sebenarnya Bekasi telah memiliki potensi peneliti untuk mewujudkan buku profil tentang Bekasi. Persoalannya adalah lemahnya kesadaran pemerintah daerah dan DPRD dalam memaknai sebuah penelitian dan penerbitan buku. “Saking tidak adanya bantuan dari pemerintah dan DPRD, saya merekam sumber terpaksa menggunakan kaset bekas,” kata Ali.

Kalaupun ada proyek penelitian, pemerintah lebih senang melihat outputnya ketimbang proses. “Sehingga sebuah penelitian yang seharus nya dengan dana Rp 300 juta menjadi hanya Rp 25 juta,” ujar Ali. Ironisnya, setelah diteliti, mereka mencetaknya hanya 20-100 buku. “Bagaimana bisa dibaca banyak orang kalau dicetak terbatas?,” kata Ali.

Mengenai bahasa orang Bekasi terbagi dalam beberapa bahasa, Ali menambahkan, karena secara sebagian Bekasi adalah bagian dari budaya Betawi, sedangkan sebagian lainnya berbudaya sunda. “Dari segi historis, sebelum 1950 Bekasi masuk dalam wilayah Jakarta yang berbudaya Betawi,” kata Ali.

Agus Wahid, pendatang yang telah menetap di Kota Bekasi, juga telah merasa menjadi orang Bekasi. “Anak-anak saya malah sudah menjadi orang Bekasi,” kata Agus. Soal lemahnya perhatian pemerintah terhadap penelitian dan penerbitan buku dinyatakan Agus sudah menjadi rahasia umum. “Meski begitu, jangan mundur, kita harus terus menulis,” kata Agus.

Ridwan Marhid mengatakan, secara budaya Bekasi lebih campur dari Cirebon. “Bekasi merupakan percampuran berbagai suku adat, heterogen,” kata Ridwan. Itu sebabnya pula yang membuat kesenian di Bekasi menjadi beragam. Persoalannya, kini telah terjadi pengecilan makna kesenian Bekasi yang bergam itu.

Sebagai contoh, “Di Jawa Barat, kesenian Bekasi dikatakan hanya Topeng,” kata Ridwan. Padahl masih ada empat kesenian khas Bekasi yang kini nyaris punah, diantaranya ujungan, wayang dundung, wayang klitik, dan tanjidor.

Di sisi lain, seni Topeng Bekasi malah lebih banyak dipakai Pemerintah DKI Jakarta, sehingga diklaim sebagai Topeng Betawi. “Padahal aslinya dari Tambun, Bekasi,” ujar Ridwan. Mengapa demikian? Karena Pemerintah Daerah Bekasi tidak memperhatikan kesenian asli daerahnya.

Agar kesenian yang nyaris punah tersebut bisa diselamatkan, Agus mengusulkan agar Dewan Kesenian Bekasi menjalin kerjasama dengan kalangan pengusaha dan insutri di Bekasi. “Mereka punya tanggung jawab melalui dana komunity depelopment,” ujar Agus. Selain itu, perlu dibuat compact disc yang kemudian dibagika kepada sejumlah kedutaan besar negara sahabat di Jakarta. “Mudah-mudahan bisa mendapat dana pembinaan dari mereka,” kata Agus.

Engkus Prihatin mengusulkan agar kesenian yang nyaris punah tersebut dipatenkan. “Kalau ada hak patennya, orang lain tisak bisa sembarangan memakai kesenian Bekasi,” ujar Engkus. Selain itu, para senimannya menej sedimikian rupa sehingga bisa hidup dari kesenian.

Ngobrol budaya ditutup dengan pembacaa puisi oleh Tulus. Puisi karya Tulus tersebut tentang gempa di Yogyakarta beberapa bulan lalu. “Karena belum punya puisi baru, maka untuk memulai tradisi baca puisi setiap ngobrol budaya, saya membacakan puisi tentang gempa Yogya”.***

Sumber: Bekasiheritage.multiply.com.

... Baca Lanjutannya
Dompet Dhuafa