MER-C

Kepada warga Bumi Lestari
Silahkan sharingkan di sini, informasi apapun yang sekiranya bermanfaat bagi sesama warga Bumi Lestari. Kirim ke alamat email berikut : ForumBumiLestari@gmail.com

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2009

Sungguh Penantian yang Melelahkan

Sungguh luar biasa sabarnya warga sekitar Jalan Pendidikan, Mangunjaya, Tambun Selatan, termasuk warga Bumi Lestari.

Ini dia kondisi bertahun-tahun yang dihadapi :



Ya masih untung, ada sedikit perhatian dari para penggede di atas sana...

... Baca Lanjutannya

Sabtu, 24 Januari 2009

Pembangunan Jalan Utama Benar2 Dimulai: Warga Demo?

Tadi malam, Jum'at malam Sabtu, 23/Jan/09 malam 24/Jan/09, Pak Solihin (K3 RT.01/RW.014) telpon saya, bahwasanya seluruh warga RW 014 mengajak diskusi kembali malam itu juga tentang realisasi pembangunan jalan utama Bumi Lestari, Tambun yang nampaknya benar-benar akan dimulai dengan ditandainya adanya pengurukan sirtu di sepanjang jalur utama yang hendak di floor tersebut. Tetapi nampaknya warga tidak puas berkenaan dengan lebar floor yang hanya 3 meter, sementara lebar jalan utama tersebut adalah 5 meter lebih.

Namun karena saya baru saja pergi jauh siang tadi dan sangat kelelahan sehingga tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut. Oleh karena itu laporan detil tentang demo warga tersebut akan disampaikan oleh Bapak Solihin pada kesempatan pertama.








... Baca Lanjutannya

Kamis, 04 Desember 2008

Pembangunan Jalan Utama Bumi Lestari Dimulai

Tadi malam, Rabu, 3 Desember 2008 pukul 20.00 - 21.30 WIB seluruh pengurus RT di lingkungan RW.14 Bumi Lestari, Tambun dikumpulkan oleh Ketua RW (Bapak Leo Dasep Syaefuddin). Nampaknya ada yang sangat urgent sehingga tidak seperti biasanya kalau pertemuan / rapat seluruh RT di lingkungan RW.14 dilaksanakan pada malam Minggu, tapi untuk kali ini malam Kamis.

Betul saja, ternyata ada kabar buruk dan kabar baik, demikian ujar Pak Ketua. Kabar baiknya adalah pengecoran (floor) jalan utama Bumi Lestari dari batas taman tengah sampai dengan gerbang utama perumahan segera akan dilaksanakan setelah penantian sekian lama, tidak ada khabar berita. Menurut jadwal pelaksanaan fisiknya adalah awal Januari 2009. Nah, kabar buruknya adalah bahwa panjang dan lebar jalan yang akan dibangun ternyata jauh dari harapan warga semua.


Lebar jalan hanya 3 meter sedang panjang jalan adalah 380 meter. Padahal lebar jalan yang ada sebenarnya adalah 5 meter dan panjang jalan utama yang belum di floor adalah 400 meter. Jadi hasilnya nanti kira-kira adalah dari batas taman sampai dengan pertigaan depan rumah Pak Amrizal mantan Ketua RT.01 periode sebelum Bapak Ahmad Tuhfah. Sementara lebar jalan yang diinginkan warga adalah 4 meter dengan panjang jalan sampai dengan pintu gerbang utama Bumi Lestari (kurang lebih 400 meter).

Pada kesempatan tersebut Pak RW menanyakan bagaimanakah sikap warga yang diwakili oleh para Pengurus RT dengan kenyataan tersebut, apakah menerima apa adanya ataukah mau mencoba mengusulkan sesuatu kepada Pemerintah Daerah sebelum benar-benar terlanjur dilaksanakan.

Lobby-lobby kecil telah coba diupayakan oleh Ketua RW kepada pelaksana proyek tersebut. Menurut pelaksana proyek, yang mungkin dilaksanakan adalah lebar jalan bisa ditambah namun dengan tetap mempertahankan volume akhir. Jadi bila lebar jalan ditambah menjadi 4 meter maka panjang jalan akan menurun menjadi 300-an meter. Jadi kira-kira panjang jalan adalah dari batas taman hanya akan sampai pertigaan depan Pak Haji Sukron.

Para pengurus RT (yang mencoba merepresentasikan warganya) pun seperti biasanya antusias berpendapat berdasarkan pengalamannya masing-masing. Satu hal yang patut dicatat adalah bahwa biasanya proyek-proyek pemerintah sudah dibatasi oleh spesifikasi yang ditentukan yang mencakup volume, kualitas, jadwal, dan biaya, sehingga cukup sulit untuk dilakukan perubahan, demikian kesimpulan beberapa pengurus RT yang telah berpengalaman berhubungan dengan pemerintah dan menangani proyek-proyek pemerintah. Sementara proyek penge-floor-an jalan utama Bumi Lestari juga merupakan proyek pemerintah, sehingga akan sulit untuk dilakukan perubahan spesifikasi, demikian kesimpulan beberapa warga tersebut.

Beberapa yang lain berpendapat mengapa tidak dicoba untuk me-lobby melalui jalur-jalur "extra parlementer", demikian barangkali istilah beberapa pengurus tersebut. Karena menurut ceriteranya adalah pengalokasian proyek untuk jalan utama Bumi Lestari juga melalui jalur-jalur tersebut. Seperti ceritera-ceritera di lain tempat yang juga sering kita dengar seperti itu, yang pastinya nampaknya sebagian besar warga sama-sama tidak tahu persis. Disebutlah pada pertemuan warga tersebut nama-nama seperti Bapak A dari Partai X yang membantu meng-gool-kan alokasi proyek tersebut berikut pesan sponsornya bahwa Bapak A tersebut kini sedang mencalonkan diri untuk menjadi wakil rakyat parlemen tingkat propinsi mewakili daerah pemilihan Bekasi dan beberapa Kabupaten sekitarnya.

Tidak tergambarkan persis seperti apa yang ada di kepala masing-masing pengurus RT, namun yang jelas bahwa semua menginginkan adanya perbaikan lingkungan di Bumi Lestari dimulai dari perbaikan jalan utama tersebut.

Ketua RW pada akhirnya menutup pertemuan dengan beberapa catatan beliau adalah bahwa paling tidak para pengurus RT bersiap-siaplah menjelaskan pertanyaan warga seputar pembangunan jalan utama yang telah lama tidak ada khabar beritanya tersebut dan dapat menjelaskannya secara bijak bila seandainya hasilnya tidak sesuai yang diharapkan warga. Namun demikian, disamping itu pengurus RW dan team kecilnya akan mencoba lobby-lobby "extra parlementer" yang sempat dibicarakan pada pertemuan warga yang direpresentasikan oleh para pengurus RT dari RT.01 sampai dengan RT.10 tersebut. Selamat berjuang Pak RW.....!
... Baca Lanjutannya

Sabtu, 17 Mei 2008

PR Menahun Kita....

Banjir...banjir...banjir..... Kalau ditelusuri ke belakang, dari penuturan warga asli di sekitar Perumahan Bumi Lestari, bahwa lokasi Perumahan Bumi Lestari memang dari dulunya adalah penampungan pertama limpahan hujan dari perkampungan di dusun Siluman, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Bekasi. Air-air itu pada akhirnya mengalir ke sungai-sungai sekitar yang menuju ke laut Utara Bekasi.

Pengembang perumahan ini tentu saja telah mempertimbangkan aspek tersebut manakala mereka menyusun siteplan pembangunannya sebelum diajukan ke Dinas Tata Kota / Dinas PU Kabupaten Bekasi. Saluran utama yang ukurannya cukup besar dibangun membujur memanjang arah Selatan - Utara perumahan ini, diikuti dengan sub-sub saluran yang terletak di antara blok-blok perumahan ini.

Hal inipun mudah kita buktikan dengan hal-hal sederhana dikeseharian kita, misalnya saja; pertama bahwa selama beberapa tahun kebelakang sampai dengan tahun 2000-an perumahan Bumi Lestari tidak pernah dilanda banjir sedahsyat kali ini; kedua bahwa perumahan tetangga terdekat yang lokasinya lebih rendah elevasinya, juga tidak mengalami luapan air nan dahsyat ini.

Lalu apa yang salah dengan Bumi Lestari?
Mengapa semakin maju ekonomi warga Bumi Lestari, banjir semakin tak terelakkan disetiap musim penghujan?

Bebarapa catatan mungkin dapat mengurai PR menahun kita yang belum juga terjawab:

  1. Berkurangnya resapan air secara signifikan. Lihatlah hampir setiap rumah telah dikembangkan sedemikian rupa luas halaman terbuka menurun drastis untuk tidak mengatakan habis sama sekali menjadi bangunan semua.
  2. Tertutupnya saluran air oleh jembatan penghubung halaman rumah masing-masing ke jalan secara lebih permanen yang terkadang kita kurang memperhitungkan aspek apakah aliran air nantinya akan terganggu atau tidak. Tidak tanggung-tanggung bahkan sepanjang halaman dari ujung yang satu hingga ujung yang lain tertutup oleh jembatan tersebut. Hal ini tentu saja akan mengganggu dalam proses pembersihan sampah pada saluran tersebut.
  3. Tidak intensifnya pengangkatan lumpur di sepanjang saluran kita akibat endapan sedimentasi yang di bawa dari perkampungan sekitar Bumi Lestari, sehingga lambat-laun menutup seluruh saluran air tersebut yang bahkan hingga rata dengan jalan.

Jadi apa dong solusinya....

Paling tidak kita musti buat milestone / tahapan jangka pendek dan jangka panjang untuk menanganinya. Jangka pendek adalah untuk antisipasi musim hujan mendatang, dan jangka panjang tentunya yang bersifat totalitas melibatkan seluruh lingkungan Bumi Lestari dan seputarannya.

Jangka pendek :

  1. Pengangkatan lumpur seluruh saluran air secara terpadu seluruh perumahan Bumi Lestari tanpa kecuali.
  2. Perencanaan pembuangan lumpur tersebut sehingga bila terkena limpahan air hujan, tidak kembali lagi ke saluran semula. Persoalan pembuangan lumpur juga hal yang krusial karena ketiadaan lahan lagi yang bebas seperti jaman-jaman terdahulu.
  3. Pembersihan rutin seluruh saluran secara serentak seluruh RW setiap sebulan sekali.

Jangka panjang :

  1. Penataan kembali penutup saluran (jembatan) yang semakin tidak terkendali.
  2. Permanenisasi saluran induk dan sub-sub saluran sehingga lebih mudah dalam perawatan / pembersihan.
  3. Integralisasi seluruh aliran air dengan perumahan / lingkungan sekitar Bumi Lestari.
  4. Penataan kembali area resapan air bagi setiap hunian sesuai aturan yang berlaku.
  5. Maintenance / perawatan yang terjadwal.

Demikian pandangan saya, tentang langkah-langkah minimal untuk mengurai PR menahun kita.... siapa mau menambahkan atau memberi koreksi.... silahken.

Oleh: Agul Irianto (http://www.agulirianto.com)








... Baca Lanjutannya
Dompet Dhuafa