MER-C

Kepada warga Bumi Lestari
Silahkan sharingkan di sini, informasi apapun yang sekiranya bermanfaat bagi sesama warga Bumi Lestari. Kirim ke alamat email berikut : ForumBumiLestari@gmail.com

Tampilkan postingan dengan label Tambang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tambang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2009

Blok Tambang Migas Tambun Belum Memiliki Amdal

Seputar Tambun, Bekasi.-- Rencana pengembangan sumur minyak PT Pertamina di blok Tambun, Kabupaten Bekasi, belum berizin analisis dampak lingkungan (amdal). Pengembangan ini rencananya akan dilakukan pada 23 titik di Lapangan Tambun yang meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Babelan dan Tarumajaya.

Kabid Sumber Daya Alam, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Kusmawan, mengatakan, hingga kini PT Pertamina masih dalam tahap melakukan survei untuk mengetahui data awal tentang kandungan minyak di bawah permukaan. Pengeboran, menurutnya, belum bisa dilakukan karena amdal belum selesai. ''Untuk pelaksanaan pengeboran harus ada amdal,'' katanya di Bekasi, kemarin.

Masalahnya, izin amdal tidak akan keluar jika lokasinya tidak sesuai dengan peruntukannya. Peruntukan wilayah tersebut sudah diatur dalam Perpres No 54/2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabek. Hal ini juga ditegaskan oleh Asisten Daerah II Kabupaten Bekasi, Ari Muharman. Ia mengatakan, wilayah yang akan dibor itu masuk ke dalam kawasan budi daya, zona B2, yakni zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan sarana dan prasarana sedang.

Artinya, pemanfaatan ruang zona B2 diarahkan untuk perumahan hunian sedang, perdagangan dan jasa, industri padat tenaga kerja, serta diupayakan berfungsi sebagai daerah resapan air. ''Wilayah itu tidak boleh dieksplorasi,'' katanya. Ia menambahkan, jika pengembangan tetap akan dilakukan di wilayah itu, harus ada perubahan dalam perpres.

Sebelumnya, kata Ari, di wilayah itu juga sudah ada beberapa sumur minyak Pertamina. Hal inilah yang kemudian menjadi kendala bagi pengembangan selanjutnya. ''Peraturan ini keluar setelah Pertamina telanjur membuat beberapa sumur di sana,'' katanya. Ari menambahkan, sebenarnya 23 titik yang sedang disurvei ini akan bertambah menjadi 38 titik. Namun, kendala perpres ini mempersulit proses selanjutnya.

Menanggapi hal ini M Harun, manajer humas PT Pertamina EP, menjelaskan, pihaknya masih melakukan pengurusan izin dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Menurutnya, peningkatan jumlah target yang dipasang oleh Pertamina membuat pengembangan terdesak untuk dilakukan. Sebenarnya, kata Harun, lapangan Tambun sudah mempunyai amdal. Namun, karena ada peningkatan produksi dan rencana pengembangan, harus ada pembaharuan amdal. ''Kendalanya memang perpres tersebut,'' katanya.

Sumber: Republika/c88.
... Baca Lanjutannya

Rabu, 22 Oktober 2008

Tambang Migas di Wilayah Tambun: Priyatna Suryawijaya, "Putra Daerah Pun Mampu Mengelola Migas"

Republika: Banyak sekali daerah penghasil minyak dan gas (migas) di Indonesia. Tetapi daerah yang berhasil mengusahakan kilang sendiri, jumlahnya barangkali cukup dalam hitungan jari. Dari Sumatra, Petromuba, perusahaan migas milik Pemda Kabupaten Musi Banyuasin, mungkin satu dari yang sedikit itu.Kini, dari wilayah pinggiran Jakarta, sebuah perusahaan migas milik Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai unjuk gigi. Dinakhodai Priyatna Suryawijaya, PT Bina Bangun Wibawa Mukti, bahkan mematok target puluhan miliar sebagai laba yang akan disumbangkan untuk Pemkab Bekasi, tahun depan. Pekan lalu, Maman Sudiaman berkesempatan berbincang dengan pria enerjik yang tak pernah alpa melakukan olahraga jogging itu. Hingga saat ini berapa kilang yang beroperasi?Di wilayah Kecamatan Tambun ada 37 kilang. Yang ka mi pakai baru 15 kilang. Artinya, potensinya masih banyak. Kami juga masih bisa menambah kilang lagi dengan potensi gas yang ada. Kami optmis cadangan gas akan bertambah. Yang kami usahakan kan baru di Tambun. Di Pondok Tengah ada tujuh sampai sembilan sumur minyak. Isinya gas semua.Gas yang ada di sana berbeda. Jadi lebih sebagai kandungan minyak mentah dengan gas yang terlarut. Itu disebut associated gas (AG). AG ini untuk melarutkan minyak. Gasnya sendiri tidak terpakai, dan akhirnya dibakar. Gas itulah yang kita manfaatkan untuk dijadikan bahan bakar gas (BBG). Juga LNG untuk pembangkit listrik, serta elpiji (LPG) untuk industri dan rumah tangga.Anda bilang gas yang ada di Tambun ini berbeda. Apa bedanya?Benar. Apa yang kita temukan di Bekasi ini sebenarnya mengejutkan sekaligus berkah. Banyak AG yang kan dungan LPG-nya tidak sampai 10 persen. Tambang di Jatim saja hanya mengandung delapan persen. Di sini kita temukan kandungan gasnya 22 persen. Ini temuan gas yang kaya. Kaya akan elpiji. Tentu saja ini berkah buat Bekasi. Untuk itu kita minta kesimbangan. Ketika daerah mau mengolah, kasihlah kesempatan dulu untuk mengelola.Alhamdulillah, kami punya kemampuan untuk mengolah. Sejak Januari 2007 saja kami sudah berproduksi sehari 100 ton LPG. Ini membuktikan bahwa dengan kerja sama dengan Pertamina, daerah pun mampu mengolahnya menjadi hal yang bermamfaat.Jadi masih harus bekerja sama dengan Pertamina?Cuma jual putus. Berapa kita beli, kita bayar setiap bulan ke Pertamina dalam bentuk dolar AS. Besar juga yang kami dapat. Padahal lifting cost Pertamina itu benar-banar dibebankan pada minyak. Gas hanya terlarut saja. Artinya, ini berkah tambahan, yakni gratis ikut naik ke permukaan bumi. Daripada dibakar percuma, ya kami manfaatkan. Tetapi tentu kami beli dari Pertamina. Jadilah kemudian milik kita.

Link: Source.
... Baca Lanjutannya
Dompet Dhuafa